Untuk mencetak brosur biasanya ada beberapa jenis kertas yang umum digunakan untuk mencetak brosur full color, dengan proses offset separasi. Berikut ini beberapa jenis kertas, ukuran lebar panjang serta gramatur atau berat kertas, yang biasa dipakai untuk mencetak brosur.

1. Kertas HVS selain berwarna putih, jenis kertas ini juga ada yang berwarna warni dengan berat berpariasi ada yang 58 gr (60 gr), 70 gr, 80 gr, dan 100 gr.

Di toko buku jenis kertas ini banyak dijual dalam ukuran jadi berupa A4, Folio (F4), double Folio dan A3. Namun jika di toko kertas, jenis kertas ini biasa dijual dengan ukuran lebar panjang 65 x 100 cm, dan 79 x 109 cm, dan kita bisa memintanya untuk dipotong sesuai keperluan, atau sesuai bidang cetakan yang kita inginkan.

2. Art/matt paper (biasanya, toko kertas di Bandung menyebutnya dengan kertas AP), jenis kertas ini berbeda dengan HVS. Jenis ini memiliki permukaan kertas licin pada kedua sisinya dan berwarna putih bersih. Sampul dan dalaman majalah full color, kalender dan poster biasanya banyak menggunakan jenis kertas ini. Kertas ini tidak tahan air, dan kalau terkena air akan lengket (nempel satu sama lainnya). Jenis kertas ini memiliki berat berpariasi mulai dari 100gr, 120gr, 150gr. Jenis inilah yang banyak dipakai untuk media brosur brosur. Selain ukuran berat tersebut, ada juga Art paper (atau art karton yang memiliki berat 190gr, 210gr,  230gr, 260gr, 310gr, dan 360gr. Ukuran kertas berat 190-360 grm ini banyak digunakan untuk paper bag, atau kemasan/duss.

Itulah beberapa jenis kertas yang biasa digunakan untuk pembuatas brosur. Jadi jika anda mau bikin brosur silakan kontak kami percetakan brosur murah.

Incoming search terms:

kertas brosur, kertas untuk brosur, jenis kertas untuk brosur, jenis kertas brosur, kertas buat brosur, nama kertas untuk brosur, harga kertas brosur, kertas untuk membuat brosur, nama kertas brosur, kertas pamflet, kertas untuk cetak brosur, kertas konstruk, kertas untuk pamflet, nama kertas buat brosur, kertas leaflet, bahan kertas brosur, kertas untuk leaflet

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Memilih Ketebalan Kertas Yang Tepat Untuk Brosur

Ketika akan memilih kertas yang bisa digunakan untuk mencetak brosur, pada kenyataannya tebal dan jenis kertas akan menjadi pertimbangan terakhir yang akan kalian lakukan. Sedangkan hal pertama yang dilakukan adalah memutuskan isi brosur yang tepat yaitu teks dan gambar yang ada didalamnya.

Untuk ukuran brosur, kalian bisa memilih ukuran di antara kertas A4, A5 atau DL, berapa banyak halaman (lipatan) yang ingin dibuat, berapa banyak jumlah brosur yang akan dicetak serta berapa anggaran yang akan disiapkan untuk proses pengadaan brosur tersebut.

Mengenai DL (dimension lengthwise), pengertiannya adalah ukuran kertas dengan ukuran 99 mm x 210 mm atau lebih tepatnya adalah ⅓ dari ukuran A4. DL merupakan ukuran standar dari amplop, undangan dan media promosi lainnya seperti flyer, leaflet dan brosur.

Setelah selesai merencanakan kertas yang akan dipakai dan menentukan isi brosur  dengan tepat, kalian mungkin berpikir inilah saat yang tepat untuk mencetak brosur. Namun, sebenarnya ada hal lain yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  • Apakah jenis kertas yang akan digunakan?
  • Berapa ketebalan kertas yang akan dipilih?
  • Apakah nantinya brosur akan dilaminasi atau tidak?

Hal-hal tersebut bisa saja kalian lupakan, padahal itu sangat penting untuk menentukan jenis kertas bagaimana yang akan dipilih saat akan mencetak brosur, karena akan berpengaruh pada hasil akhir dari brosur.

Memilih kertas untuk brosur?

Untuk ketebalan kertas, rupanya bisa menjadi faktor utama untuk menentukan berat final dari brosur yang akan dibagikan pada publik. Penentuan jenis kertas akan dapat mempengaruhi biaya total pengeluaran dan kualitas yang dimiliki oleh brosur.

Misalnya, sebuah kertas yang cukup tebal akan membuat hasil akhir brosur juga akan lebih berat. Selain itu, perlu diperhatikan pula dengan biaya yang harus disiapkan untuk itu. 

Kualitas kertas yang digunakan untuk brosur ternyata mampu memberikan first impression pada pelanggan. Saat menerima brosur dan akan membacanya, calon pelanggan mungkin saja akan berpikir akan bertindak bagaimana. Kertas brosur yang terlalu tipis, akan mudah untuk robek dan basah sehingga bisa saja sebelum dibaca, kertas itu rusak lebih dulu.

Selanjutnya, warna dari teks dan gambar perlu diperhatikan dengan detail pula. Warna yang cerah dan teks yang tebal serta tegas rupanya memiliki kemungkinan untuk tembus pandang dan terlihat dari sisi depan dan belakang, apalagi jika kertas yang digunakan cukup tipis dan dengan kualitas yang tak terlalu bagus.

Kalian pasti tak ingin mendapatkan masalah setelah mengeluarkan banyak waktu untuk mendesain sedetail mungkin dan menghabiskan uang, namun ternyata kertas yang digunakan untuk mencetak sangat tipis dan ringan, bukan? 

Disinilah pentingnya kalian harus menentukan berapa ketebalan kertas yang harus kalian pilih supaya bisa memberikan tampilan terbaik pada pelanggan.

Ketebalan kertas untuk brosur

Ketebalan kertas dikenal memiliki ukuran gsm (grams per square metre atau gram per meter). Dalam ukuran gsm, makin tinggi angkanya maka semakin berat dan tebal kertas tersebut.

  • 80  – 100 gsm : Merupakan ukuran tebal standar dari kertas yang biasa digunakan di perkantoran, namun jarang digunakan untuk keperluan pembuatan brosur.
  • 110 – 120 gsm : Ukuran tebal ini biasanya dipakai sebagai kop surat atau surat-surat khusus.
  • 130 – 170 gsm : Lebih berat; kertasnya lebih tahan lama dari ukuran-ukuran sebelumnya, sehingga bisa digunakan sebagai leaflet, poster, flyer dan brosur.
  • 170 – 200 gsm : Kertas dengan tebal ini bisa dikatakan berada di antara kertas dan kartu. Selain bisa digunakan sebagai brosur, kertas berukuran ini bisa digunakan sebagai poster yang cukup mewah atau flyer yang memiliki dua sisi (double sided)
  • 200 – 250 gsm : Pada ketebalan berikut, kertas mulai mengarah ke karton (board). Yang mana bisa menjadi cover atau brosur yang cukup mewah.
  • 300 – 400 gsm : Kertas dengan ketebalan 300 gsm ke atas dapat masuk ke golongan karton (board). Bahkan tak jarang digunakan sebagai material kartu nama usaha bisnis. Di sisi lain, bisa pula dipergunakan sebagai cover untuk brosur yang ekslusif.
  • 400 gsm ke atas : Beberapa kartu nama bisnis yang mewah dapat dicetak hingga pada kertas dengan tebal 1200 gsm. Kartu nama bisnis sendiri tergolong tebal dan mempunyai kualitas yang bagus jika dicetak pada kertas dengan tebal diatas 400 gsm.

Mudah bukan untuk menentukan tebal kertas yang tepat untuk brosur?

Ketika menyelesaikan persiapan untuk pembuatan brosur, pastikan kalian juga memperhatikan ketebalan kertas yang akan digunakan. Jika memang diperlukan untuk menampilkan kesan mewah dan profesional, maka kalian bisa menggunakan kertas yang lebih tebal.

Namun, jika kalian membutuhkan brosur dalam jumlah banyak, maka kertas yang standar dan tak terlalu tipis dapat menjadi pilihan. Pelanggan pada umumnya menggunakan perasaan mereka saat memutuskan untuk melakukan pembelian dan menilainya dari brosur yang diterima.

Untuk mempercantik tampilan brosur, maka kalian bisa menambahkan laminasi pada brosur, baik itu laminasi glossy ataupun matte. Dengan adanya laminasi, akan menambahkan kesan ‘cantik’ pada brosur yang dimiliki.

Oleh karena itu, Maxipro sebagai solusi percetakan digital printing, dapat merekomendasikan mesin laminasi terbaik untuk kebutuhan kalian. Salah satu mesin laminasi terbaik dari kami adalah Mesin Laminasi Telson ML 390 WGK Auto.

Mesin ini sudah dilengkapi dengan sistem pemanas yang menggunakan oli. Sehingga panasnya bisa merata ke seluruh bagian roll mesin dan membuat hasilnya menjadi maksimal.

Mesin Laminasi Telson ML 390 WGK Auto memiliki per ganda yang mampu memberikan tekanan ganda pada seluruh permukaan kertas brosur atau media lainnya agar hasil laminasi bisa merekat dengan sempurna. Tak hanya itu, mesin ini juga dilengkapi dengan 2 lampu pemanas. Informasi lainnya bisa kalian dapatkan di halaman ini ya!

Mesin Laminasi Telson ML 390 WGK Auto

Semoga artikel dari Maxipro kali ini bisa bermanfaat bagi kalian ya, Maxivers. Jika membutuhkan bantuan lebih lanjut mengenai kebutuhan bahan dan mesin percetakan untuk usaha percetakan, bisa menghubungi call center kami di bawah ini.

Yuk langsung saja kunjungi dan belanja di website kami yaaa !!!

Kertas promosi namanya apa?

Brosur dan flyer adalah jenis cetakan yang kerap digunakan untuk promosi sebuah bisnis. Dilihat sekilas, selebaran kertas ini mungkin terlihat sama. Tapi, brosur dan flyer ternyata sangat berbeda loh, dari segi desain dasar, fungsi, hingga tujuan penggunaan.

Berapa ukuran kertas untuk membuat brosur?

Brosur / Leaflet / pamflet / Selebaran (Ukuran 21cm x 29,7cm / ukuran kertas A4)

Cetak poster pake kertas apa?

Art Carton Jenis kertas ini adalah yang paling umum digunakan untuk cetak poster.

Bagaimana cara mencetak brosur?

Mencetak satu salinan brosur Anda.
Dari Templat brosur Anda, klik File > cetak..
Pilih printer yang tepat..
Di bawah pengaturan, pastikan Anda mencetak satu halaman per lembar, telah memilih ukuran kertas yang benar, dan mencetak pada kedua sisi kertas..
Klik tombol Cetak di bagian atas layar..