Batalkah berpuasa jika kita mencium aroma makanan

Saat berpuasa, kita berharap dapat nyaman menjalaninya dan tetap melangsungkan aktivitas seperti biasa. Tapi tanpa disangka kadang ada saja hal yang mengganggu. Semisal tiba-tiba sakit saat berpuasa, yang rupanya tidak terlampau parah.

Penyakit ringan ini umumnya bikin tidak nyaman. Secara fisik badan dirasa masih kuat berpuasa. Namun karena sakit ini, aktivitas jadi terganggu dan malas betul melakukan hal lain selain beristirahat.

Gejala-gejala seperti demam, yang kerap disertai batuk dan pilek tiba-tiba menyerang. Dalam istilah medis, hal ini disebut common cold. Penyakit ini disebabkan virus, dan kita sulit mengantisipasi kapan bisa terpapar olehnya. Tanpa disangka badan meriang, plus pilek dan hidung tersumbat yang sangat tak nyaman.

Saat hidung tersumbat, untuk melegakan napas orang-orang biasa menghirup minyak angin atau inhaler. Aroma yang dihirup, biasanya berupa aroma menthol atau mint yang menyejukkan. Lantas, bagaimana status puasa jika menghirup minyak angin atau inhaler?

Rukun puasa, selain niat, adalah meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa. Salah satunya, makan dan minum. Para ulama menyebutkan secara lebih umum makan dan minum termasuk memasukkan sesuatu ke rongga tubuh yang terbuka. Secara lebih detail, Syekh Zakariya al-Anshari menyebutkan dalam Fathul Wahhab bahwa puasa itu:

تَرْكُ وُصُولِ عَيْنٍ لَا رِيْحٍ وَلَا طَعْمٍ مِنْ ظَاهِرٍ فِي مَنْفَذٍ مَفْتُوحٍ

Artinya: “Meninggalkan sampainya ‘ain – tidak termasuk aroma atau rasa sesuatu yang dhahir (bukan datang dari dalam badan) – ke dalam lubang yang terbuka.”

‘Ain yang membatalkan puasa ini bermacam-macam. Jika terkait hidung dan mulut, ‘ain bisa berupa makanan, minuman, obat, atau benda lainnya yang bisa masuk ke rongga pencernaan atau pernapasan. Bagaimana dengan aroma?

Di atas telah disinggung bahwa aroma tidak termasuk ‘ain. Diperjelas oleh para ulama bahwa menghirup aroma uap itu tidak membatalkan puasa, sebagaimana menghirup aroma kemenyan atau aroma masakan. Syekh Abdurrahman Ba’alawi dalam Bughyatul Mustarsyidin menyebutkan:

لاَيَضُرُّ وُصُولُ الرِّيحُ بِالشَّمِّ وَكَذَا مِنَ الْفَمِ كَرَائِحَةِ الْبُخُورِ أَوْ غَيْرِهِ إِلَى الْجَوْفِ وَإِنْ تَعَمَّدَهُ ِلأَنَّهُ لَيْسَ عَيْنًأ. 

Artinya: “Tidak dianggap membatalkan puasa aroma yang dihirup, sebagaimana aroma asap kemenyan atau lainnya, yang terasa mencapai tenggorokan meskipun disengaja, karena bukan termasuk ‘ain (benda yang bisa membatalkan puasa).”

Dengan demikian, menghirup bau-bauan seperti minyak angin dan inhaler, tidak membatalkan puasa. Hal yang terpenting, jangan lupa menjaga kesehatan dan kebersihan diri selama berpuasa. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)

PORTAL SULUT - Saat ini umat muslim sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Selama sebulan penuh lamanya, umat Islam berpuasa manahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Ketika sedang berpuasa, tak jarang saat sedang memasak masakan untuk berbuka puasa, seringkali kita mencium aroma masakan yang menyengat.

Baca Juga: Yakjuj Makjuj Mampu Terbunuh Hingga Membusuk Hanya dengan Binatang Kecil ini, Kata Ustadz Ihsan Tanjung

Tak hanya itu saja, terkadang sering juga kita menghirup asap dari hasil pembakaran, parfum, ataupun sesuatu yang memiliki bau yang menyengat.

Lantas, apakah mencium aroma masakan atau bau yang menyengat seperti ini dapat membatalkan puasa?

Dilansir Portalsulut.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Kamis 14 April 2022 dengan judul 'Mencium Bau Nyegrak Saat Puasa, Apakah Batal Puasanya? Buya Yahya Menjawab', dalam ceramahnya tersebut Buya Yahya menjelaskan terkait dengan hal tersebut.

Buya Yahya mengatakan bahwa puasa tidak akan batal bila mencium bau atau aroma seperti itu.

"Dalam keadaan berpuasa kemudian mencium aroma minyak wangi, minyak angin maka itu tidak membatalkan puasa," jelas Buya Yahya pada video yang diunggah 22 April 2021 tersebut.

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya mencium bau wangi bagi orang yang berpuasa?

Jawaban:

Mencium bau wangi tidak membatalkan puasa baik minyak maupun asap kayu gaharu. Tetapi jika yang dicium adalah asap kayu gaharu, maka dia tidak boleh menghirup asapnya secara langsung, karena pada asap itu ada jisim yang bisa masuk ke dalam perut sehingga membatalkan, seperti air dan sebagainya. Adapun jika hanya sekadar menciumnya saja tanpa menghirupnya sehingga tidak sampai ke perut, maka hukumnya boleh.

Sumber: Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

🔍 Allahumma Innaka, Setan Itu Apa, Nabi Isa Dalam Al Quran, Bitcoin Halal Atau Tidak, Tasyakuran 7 Bulanan Kehamilan, Hukum Poligami Tanpa Izin Istri Pertama

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO CARA SHOLAT, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28

Apakah mencium aroma masakan bisa membatalkan puasa?

"Mencium makanan dan mencicipi makanan tidak membatalkan puasa" ucap Dr. M Rahmawan Arifin. Mencium aroma masakan yang didasari atas kebutuhan untuk memastikan rasa dan kualitas masakan ini diperbolehkan selama tidak ada niat untuk membatalkan puasa.

Apakah boleh mencium makanan dalam Islam?

18. Tidak disyari'atkan mencium makanan, sebagaimana yang ditegaskan oleh Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimhullah Ta'ala. 19. Dianjurkan memakan makanan setelah hilang panasnya.

Apakah mencium bau alkohol Membatalkan puasa?

Mencium aroma yang wangi atau harum, tidak membatalkan puasa.